Rabu, 16 Desember 2015

Ika Dewi Ana Penemu Obat Gama CHA

Dosen Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UGM Ika Dewi Ana, DDS., Ph.D., berhasil meraih penghargaan dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristek Dikti) pada pertengahan Desember lalu di Jakarta. Ia menerima penghargaan dalam bidang Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa (AKIL) untuk kategori paten.
Perempuan kelahiran Yogyakarta, 16 September 1968 ini menuturkan waktu yang dibutuhkan dalam penelitian ini lebih dari 15 tahun dan dikomersialisasi dengan nama dagang Gama-CHA. “Produk ini pernah diuji pada hewan kecil hingga hewan besar hingga sampai akhirnya diuji pada manusia,” katanya.


Keunggulan Gama-CHA
Selama ini bahan pengganti tulang dikarenakan selama ini graft atau pengganti tulang yang beredar di pasaran berbasis b-TCP (alfa-Trikalsium Fosfat) atau HA (Hidroksiapatit) memiliki kelemahan.
Beberapa kelemahannya adalah b-TCP mudah larut sehingga sebelum tulang terbentuk graft yang diharapkan menjadi pengganti matriks ekstraseluler pada tulang tidak ada. Sedangkan HA yang biasanya diproduksi dengan suhu tinggi akan sulit diresorbsi oleh sel osteoklas. Akibatnya, dengan hidroksiapatit, satu tahun atau dua tahun setelah operasi, bila area tersebut dibuka masih akan ditemukan HA, bukan tulang.
Komposit karbonat apatit dengan Gama-CHA yang diproduksi UGM, kata Ika, dapat dikembangkan untuk berbagai keperluan terapi regeneratif. Dia menambahkan, keunggulan Gama-CHA dibandingkan dengan produk lainnya adalah secara klinis telah terbukti menjadi perancah tulang yang baik pada operasi regeneratif. Bahkan Gama-CHA memungkinkan dokter gigi, ahli bedah mulut, periodontist, dan ahli ortopedi menggunakannya dalam terapi mempercepat pertumbuhan tulang yang hilang tanpa harus mengambil tulang pasien yang masih sehat
Ika menyampaikan sudah ratusan pasien yang ditolong dengan CHA dengan produk yang sudah dikomersialisasikan dengan nama Gama-CHA.
Kelebihan obat ini :
. Bisa perbaiki jaringan tulang dan gigi - obat yang dinamakan Gama-CHA itu mampu memperbaiki jaringan tulang dan gigi hingga identik seperti sedia kala. Kristalisasinya sesuai dengan tulang. Produk ini seperti bubuk.

2. Dijual Rp 500 ribu dan bisa digunakan para dokter gigi

3. Lebih cepat memacu perkembangan sel dalam tubuh -
4. Belum temukan efek samping pada tubuh -

5. Ingin menembus target penjualan Rp 5 miliar perbulan -

6. Sudah halal dan diminati sampai negara di Timur Tengah

Klik Jga Link Penting Ini 



Tidak ada komentar: